Beranda > Materi Multimedia > Pengertian Multimedia Pembelajaran

Pengertian Multimedia Pembelajaran

Untuk memahami konsep multimedia pembelajaran, ada baiknya kita pahami terlebih dahulu pengertian multimedia dan pembelajaran. Multimedia adalah media yang menggabungkan dua unsur atau lebih media yang terdiri dari teks, grafis, gambar, foto, audio, video dan animasi secara terintegrasi. Multimedia terbagi menjadi dua kategori, yaitu: multimedia linier dan multimedia interaktif.

Multimedia linier adalah suatu multimedia yang tidak dilengkapi dengan alat pengontrol apapun yang dapat dioperasikan oleh pengguna. Multimedia ini berjalan sekuensial (berurutan), contohnya: TV dan film.

Multimedia interaktif adalah suatu multimedia yang dilengkapi dengan alat pengontrol yang dapat dioperasikan oleh pengguna, sehingga pengguna dapat memilih apa yang dikehendaki untuk proses selanjutnya. Contoh multimedia interaktif adalah: multimedia pembelajaran interaktif, aplikasi game, dll.

Sedangkan pembelajaran diartikan sebagai proses penciptaan lingkungan yang memungkinkan terjadinya proses belajar. Jadi dalam pembelajaran yang utama adalah bagaimana siswa belajar. Belajar dalam pengertian aktifitas mental siswa dalam berinteraksi dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan perilaku yang bersifat relatif konstan. Dengan demikian aspek yang menjadi penting dalam aktifitas belajar adalah lingkungan. Bagaimana lingkungan ini diciptakan dengan menata unsur-unsurnya sehingga dapat mengubah perilaku siswa. Dari uraian di atas, apabila kedua konsep tersebut kita gabungkan maka multimedia pembelajaran dapat diartikan sebagai aplikasi multimedia yang digunakan dalam proses pembelajran, dengan kata lain untuk menyalurkan pesan (pengetahuan, keterampilan dan sikap) serta dapat merangsang piliran, perasaan, perhatian dan kemauan yang belajar sehingga secara sengaja proses belajar terjadi, bertujuan dan terkendali.

Defenisi Multimedia

Definisi multimedia pembelajaran terbagi menjadi dua yaitu definisi sebelum tahun  1980-an  dan  definisi  sesudah  tahun  1980-an.

Sebelum  tahun  1980-an  atau pada era 60-an,

Menurut Barker & Tucker, 1990 (Sunaryo Soenarto, 2005: 116), multimedia  diartikan sebagai  kumpulan  dari  berbagai  peralatan  media  berbeda yang  digunakan  untuk presentasi.  Dalam  pengertian  ini  multimedia  diartikan sebagai ragam media yang digunakan untuk penyajian materi pelajaran, misalnya penggunaan    wall  chart atau grafik yang  dibuat  di  atas  kertas  karton  yang  ditempelkan  di  dinding.

Tan  Seng Chee  &  Angela  F.  L.  Wong (2003:  217) menyatakan  bahwa  multimedia  secara  tradisional  merujuk kepada  penggunaan beberapa  media,  sedangkan  multimedia  pada  zaman  sekarang merujuk kepada penggunaan  gabungan  beberapa  media  dalam  penyajian  pembelajaran  melalui komputer.

Agnew, Kellerman  &  Meyer  (1996:  8)  menyatakan  bahwa  istilah  multimedia  lebih terfokus pada  interaktivitas antara  media dengan  pemakai  media. Constantinescu (2007: 2) menyatakan bahwa “Multimedia refers to computer-based systems that use various types of content, such as text, audio, video, graphics, animation, and interactivity”. Maksudnya  adalah  bahwa  multimedia  merujuk kepada  sistem berbasis komputer yang menggunakan berbagai jenis isi seperti teks, audio, video, grafik, animasi, dan interaktivitas.

Chapman  &  Chapman  (2004:  8)  menyatakan bahwa  bentuk multimedia sebagai  alat  penyampai  pesan  dibedakan  menjadi  dua  yaitu :

  • online  delivery dan offline  deliveryOnline delivery adalah  multimedia  yang menggunakan  suatu jaringan untuk menyampaikan  informasi dari satu komputer atau server machine yang menjadi  pusat  penyimpan  data  ke  jaringan lain  baik jaringan  lokal  dalam suatu organisasi  maupun    jaringan  internet.
  • Offline  delivery adalah  multimedia yang  disimpan  dengan  menggunakan  suatu alat  penyimpan atau kemasan yang dapat dipindahkan. Alat penyimpan tersebut harus mampu menyimpan data yang besar sesuai dengan ciri-ciri data multimedia, misalnya DVD dan CD-ROM.

Setelah  tahun  1980-an,  multimedia  didefinisikan  sebagai  penyampaian informasi  secara  interaktif  dan  terintegrasi  yang mencakup  teks,  gambar,  suara, video  atau animasi  (Hackbarth,  1996;  Philips,  1997;  Chapman &  Chapman, 2004).  Hackbarth  (1996:  229)  menekankan bahwa  hypermedia dan  hypertext termasuk multimedia interaktif berbasis komputer.

Philips (1997-8) menekankan pada  komponen  interaktivitas  yang menunjuk  kepada  proses  pemberdayaan pengguna  untuk mengendalikan lingkungan  melalui  komputer.  Sementara  itu, Chapman & Chapman (2004: 7) menekankan pada penyajian dalam bentuk digital melalui satu antarmuka ( a single interface).

Definisi  setelah  tahun 1980-an tersebut  di  atas  lebih menekankan  pada multimedia sebagai sistem komunikasi interaktif berbasis komputer yang mampu menciptakan,  menyimpan,  menyajikan,  dan  mengakses  kembali  informasi  teks, grafik,  suara,  dan  video  atau animasi.

Berdasarkan  uraian  definisi  di  atas,  istilah  multimedia  pembelajaran  dapat diartikan  sebagai  sistem  komunikasi  interaktif  berbasis  komputer  dalam  suatu penyajian secara  terintegrasi.  Istilah berbasis  komputer  berarti  bahwa  program multimedia menggunakan komputer dalam menyajikan pembelajaran. Sedangkan istilah  terintegrasi  berarti  bahwa  multimedia  pembelajaran  dapat  menampilkan teks, gambar, audio, dan video atau animasi dalam satu kali tayangan presentasi.

Multimedia  pembelajaran  memberi  manfaat  dalam  beberapa  situasi    belajar mengajar.  Philips  (1997:  12)  menyatakan  bahwa  “IMM  has  the  potential  to accommodate  people  with different  learning style”. Artinya  adalah  bahwa multimedia  interaktif  dapat  mengakomodasi  cara  belajar  yang berbeda-beda. Lebih lanjut Philips (1997: 12) menyatakan bahwa multimedia interaktif memiliki potensi  untuk menciptakan  suatu lingkungan  multisensori  yang mendukung cara belajar tertentu.

Berdasarkan    hal  tersebut,  multimedia  dalam  proses  belajar  mengajar  dapat digunakan  dalam  tiga  fungsi.  Pertama,  multimedia  dapat  berfungsi  sebagai  alat bantu instruksional. Kedua, multimedia dapat berfungsi sebagai tutorial interaktif, misalnya  dalam  simulasi.  Ketiga,  multimedia  dapat  berfungsi  sebagai  sumber petunjuk belajar, misalnya, multimedia digunakan untuk menyimpan serangkaian slide mikroskop atau radiograf.

Menurut Agnew, Kellerman & Meyer (1996: 14), pembuatan proyek-proyek multimedia  dapat  membantu siswa  mencapai  berbagai  tujuan  yang  luas.  Lebih lanjut Agnew, Kellerman & Meyer (1996: 155) menyatakan  bahwa “Experience indicates that young children can benefit from creating multimedia projects that include  texts,  graphics,  images,  audio and  video particularly  in the  form  of animation”. Pernyataan  tersebut  mengandung makna  bahwa  anak-anak bisa mendapat  manfaat  dari  proyek multimedia  yang  memuat  teks,  grafik,  gambar, audio, dan video khususnya animasi.

Ariesto  Hadi  Sutopo (2003:  21)  menyatakan  bahwa  sistem  multimedia mempunyai  beberapa  keuntungan,  yaitu:

  • mengurangi  waktu dan  ruang  yang digunakan untuk menyimpan dan menampilkan dokumen dalam bentuk elektronik dibanding dalam  bentuk kertas;
  • meningkatkan  produktivitas  dengan menghindari hilangnya file;
  • memberi akses dokumen dalam waktu bersamaan dan  ditampilkan  dalam  layar;
  • memberi  informasi  multidimensi  dalam organisasi;
  • mengurangi  waktu dan  biaya  dalam  pembuatan  foto;  dan
  • memberikan  fasilitas  kecepatan  informasi  yang diperlukan  dengan  interaksi visual.

Selain  itu,  manfaat  multimedia  adalah  memungkinkan  dialog, meningkatkan kreativitas, memfasilitasi kolaborasi, memperkaya pengalaman, dan meningkatkan keterampilan.

Multimedia  pembelajaran  merupakan  lingkungan belajar  berbasis  komputer yang memanfaatkan  fleksibilitas  komputer  untuk memecahkan  masalah-masalah belajar.  Menurut  Lee  &  Owens  (2004:  181),  sebagaimana  kebanyakan  sistem mengajar,  komputer  dapat  digunakan  sebagai  alat  mengajar  untuk memberi penguatan belajar,  merangsang  untuk belajar,  dan memotivasi  untuk belajar.

Banyak manfaat yang diperoleh dari fleksibilitas komputer karena komputer dapat memasukkan  video,  audio,  elemen-elemen  grafis,  bentuk-bentuk tampilan,  dan proses pembelajaran.

_____________________________________________________

Referensi :

  1. Cepi Riyana, Media Pembelajaran, Wacana Prima,2008
  2. Rusman, Pengembangan Model Pembelajaran Berbasis Komputer, Bahan Ajar, Jurusan Kurtek FIP UPI, 2004
  3. PPPPTK
  4. I Gde Wawan Sudatha, Memanfaatkan Multimedia Pembelajaran di dalam kelas
  5. Teguh Sasmito, Modul Multimedia untuk SMK, 2010

 

  1. 11 Juni 2010 pukul 12:41 pm

    Hi, this is a comment.
    To delete a comment, just log in, and view the posts’ comments, there you will have the option to edit or delete them.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: